Windows Server 2022 adalah sistem operasi server terbaru dari Microsoft yang dirilis pada Agustus 2021. Sebagai bagian dari
Long-Term Servicing Channel (LTSC), versi ini menawarkan stabilitas jangka panjang dengan peningkatan keamanan, integrasi cloud hybrid yang lebih baik, dan dukungan untuk teknologi modern. Berikut penjelasan lengkapnya:
1. Definisi
- Windows Server 2022 adalah penerus dari Windows Server 2019, dirancang untuk lingkungan on-premises, cloud, dan hybrid.
- Fokus utamanya adalah keamanan tingkat tinggi, kompatibilitas dengan beban kerja modern (seperti container dan AI), serta integrasi dengan layanan Azure.
- Tersedia dalam tiga edisi: Standard, Datacenter, dan Datacenter: Azure Edition.
2. Fitur Utama
Keamanan
- Secured-core Server: Perlindungan hardware dan firmware melalui integrasi dengan TPM 2.0, Secure Boot, dan Virtualization-based Security (VBS).
- AES-256 Encryption untuk SMB (Server Message Block) dan TLS 1.3 standar.
- Windows Defender Credential Guard: Mencegah serangan credential theft seperti Pass-the-Hash.
- DNS-over-HTTPS (DoH): Enkripsi kueri DNS untuk meningkatkan privasi.
Hybrid Cloud
- Azure Arc Integration: Mengelola server on-premises dari Azure Portal, termasuk pembaruan dan monitoring.
- Azure Automanage: Otomatisasi konfigurasi dan pemeliharaan server di Azure.
- Storage Migration Service: Memigrasi data ke Azure atau server modern dengan mudah.
Penyimpanan & Jaringan
- SMB over QUIC: Akses file jarak jauh melalui internet dengan keamanan TLS 1.3 (pengganti VPN).
- Storage Spaces Direct (S2D): Penyimpanan terdistribusi dengan dukungan persistent memory (PMEM).
- ReFS (Resilient File System): Peningkatan integritas data untuk volume besar.
Kinerja & Skalabilitas
- Dukungan hingga 48 TB RAM dan 64 soket prosesor.
- Nested Virtualization: Menjalankan VM di dalam VM untuk pengembangan dan testing.
- Hotpatching (hanya Azure Edition): Memasang pembaruan keamanan tanpa reboot.
3. Edisi
Edisi | Fitur |
---|
Standard | Untuk lingkungan fisik atau virtualisasi ringan (2 VM). |
Datacenter | Virtualisasi tanpa batas, Storage Spaces Direct, Shielded VM. |
Datacenter: Azure Edition | Optimasi untuk Azure dengan fitur Hotpatching dan integrasi cloud mendalam. |
4. Siklus Hidup & Dukungan
- Mainstream Support: Berakhir pada 13 Oktober 2026 (pembaruan fitur dan dukungan teknis).
- Extended Support: Berakhir pada 14 Oktober 2031 (hanya pembaruan keamanan).
- Setelah 2031, tidak ada dukungan resmi kecuali melalui program Extended Security Updates (ESU) berbayar.
5. Perbandingan dengan Windows Server 2019
Aspek | Windows Server 2022 | Windows Server 2019 |
---|
Keamanan | Secured-core, TLS 1.3, SMB over QUIC | TLS 1.2, Shielded VM |
Hybrid Cloud | Azure Arc, Automanage, Hotpatching | Integrasi Azure dasar |
Kinerja | Dukungan 48 TB RAM, 64 soket | Maksimal 24 TB RAM, 64 soket |
Penyimpanan | SMB over QUIC, ReFS peningkatan | Storage Spaces Direct |
6. Kasus Penggunaan
- Server On-Premises yang Aman: Untuk organisasi dengan data sensitif (misal: keuangan atau pemerintah).
- Hybrid Cloud: Mengintegrasikan infrastruktur lokal dengan Azure untuk backup, disaster recovery, atau analitik.
- Modern Apps & Container: Dukungan untuk Kubernetes dan Windows Containers.
- Virtualisasi Skala Besar: Hyper-V dengan fitur Shielded VM dan live migration.
7. Status Saat Ini
- Masih Didukung: Pembaruan keamanan reguler hingga 2031.
- Rekomendasi:
- Pilih edisi Datacenter untuk virtualisasi tanpa batas atau Azure Edition untuk lingkungan hybrid.
- Migrasi dari versi lama (seperti Server 2012/R2 atau 2016) untuk menghindari risiko keamanan.
8. Pentingnya Upgrade
- Keamanan: Perlindungan dari ancaman siber modern seperti ransomware.
- Kepatuhan: Memenuhi standar regulasi (GDPR, HIPAA, dll) yang memerlukan sistem terbaru.
- Teknologi Modern: Dukungan untuk container, AI, dan edge computing.
9. Persyaratan Perangkat Keras
- Prosesor: 64-bit, 1.4 GHz+ (kompatibel dengan Intel/AMD modern).
- RAM: Minimal 512 MB (rekomendasi 2 GB+ untuk instalasi dasar).
- Penyimpanan: 32 GB HDD/SSD (lebih besar untuk fitur tambahan).
Jika Anda menggunakan Windows Server 2022:
- Manfaatkan Azure Arc untuk manajemen server terpusat.
- Aktifkan Secured-core jika menggunakan hardware yang kompatibel.
- Evaluasi migrasi ke Azure Stack HCI untuk infrastruktur hyper-converged.
Untuk informasi resmi, kunjungi
Dokumentasi Microsoft Windows Server 2022.