Windows Server 2019 LTSC adalah sistem operasi server dari Microsoft yang termasuk dalam kategori Long-Term Servicing Channel (LTSC), dirilis pada Oktober 2018. LTSC dirancang untuk lingkungan yang membutuhkan stabilitas jangka panjang dengan pembaruan fitur minimal, sehingga cocok untuk server misi kritis atau sistem yang tidak perlu sering diubah. Berikut penjelasan lengkapnya:
Jika Anda menggunakan Server 2019 LTSC, pastikan untuk:
1. Definisi
- Windows Server 2019 adalah versi ke-10 dari keluarga Windows Server, menggabungkan fitur cloud hybrid dan keamanan modern.
- LTSC (Long-Term Servicing Channel) adalah model layanan yang menyediakan pembaruan keamanan dan perbaikan bug tanpa perubahan fitur besar selama siklus hidupnya.
- Berbeda dengan Semi-Annual Channel (SAC) yang menawarkan fitur baru setiap 6 bulan tetapi dengan dukungan lebih singkat.
2. Fitur Utama
- Hybrid Cloud: Integrasi dengan Azure (misal: Azure Backup, Azure File Sync, dan Azure Monitor).
- Storage Migration Service: Alat untuk memigrasi data dan konfigurasi dari server lama ke Server 2019.
- System Insights: Analitik prediktif berbasis machine learning untuk memantau kinerja server.
- Windows Admin Center: Antarmuka manajemen berbasis web untuk mengelola server, kluster, dan hyper-converged infrastructure (HCI).
- Keamanan Tingkat Lanjut:
- Shielded Virtual Machines: Proteksi VM dari ancaman di level hypervisor.
- Windows Defender ATP (Advanced Threat Protection): Deteksi ancaman secara real-time.
- Dukungan untuk TLS 1.3 dan peningkatan enkripsi.
- Kubernetes Support: Dukungan bawaan untuk orkestrasi container Kubernetes.
3. Siklus Hidup dan Dukungan
- Mainstream Support: Berakhir pada 9 Januari 2024 (pembaruan fitur dan dukungan teknis).
- Extended Support: Berakhir pada 9 Januari 2029 (hanya pembaruan keamanan).
- Setelah 2029, tidak ada patch keamanan atau dukungan resmi dari Microsoft.
4. Perbedaan LTSC vs Semi-Annual Channel (SAC)
Aspek | LTSC | Semi-Annual Channel (SAC) |
---|---|---|
Pembaruan Fitur | Tidak ada, hanya keamanan/perbaikan | Fitur baru setiap 6 bulan |
Dukungan | 10 tahun (5 tahun mainstream + 5 extended) | 18 bulan per rilis |
Penggunaan | Server produksi stabil | Lingkungan pengembangan/uji coba |
5. Kasus Penggunaan
- Server On-Premises: File server, domain controller, atau aplikasi bisnis tradisional.
- Aplikasi Legacy: Sistem yang memerlukan stabilitas tanpa perubahan arsitektur.
- Virtualisasi: Hyper-V host untuk lingkungan virtualisasi.
- Hybrid Cloud: Integrasi dengan layanan Azure untuk backup, disaster recovery, atau analytics.
6. Status Saat Ini
- Masih Didukung: Pembaruan keamanan reguler hingga Januari 2029.
- Rekomendasi:
- Untuk proyek baru, pertimbangkan Windows Server 2022 LTSC yang menawarkan fitur lebih modern (misal: Secure Core Server, dukungan TLS 1.3 lengkap).
- Jika membutuhkan fleksibilitas cloud, migrasi ke Azure Stack HCI atau Azure Virtual Machines.
7. Arsitektur
- Hanya tersedia dalam versi 64-bit.
- Mendukung prosesor modern (Intel Xeon, AMD EPYC) dan penyimpanan berkinerja tinggi (NVMe, Storage Spaces Direct).
8. Pentingnya Pembaruan
- Meskipun masih didukung hingga 2029, migrasi ke versi terbaru (Windows Server 2022) direkomendasikan untuk:
- Memanfaatkan peningkatan keamanan (misal: Secure Boot, TPM 2.0).
- Mendapatkan dukungan untuk teknologi terkini (AI, edge computing).
Jika Anda menggunakan Server 2019 LTSC, pastikan untuk:
- Memasang pembaruan keamanan secara berkala.
- Memonitor jadwal akhir dukungan untuk merencanakan migrasi.
- Mengevaluasi kebutuhan hybrid cloud untuk integrasi dengan Azure.