Windows Server 2012 adalah sistem operasi server yang dirilis oleh Microsoft pada September 2012, sebagai bagian dari keluarga Windows Server. Ini merupakan penerus dari Windows Server 2008 R2 dan memperkenalkan berbagai peningkatan dalam virtualisasi, penyimpanan, jaringan, serta manajemen. Berikut penjelasan lengkapnya:
Jika Anda masih menggunakan Windows Server 2012, segera:
1. Definisi
- Windows Server 2012 dirancang untuk mendukung infrastruktur on-premises dan awal integrasi cloud.
- Versi ini tersedia dalam empat edisi: Foundation, Essentials, Standard, dan Datacenter.
- Memperkenalkan antarmuka Windows 8-style UI (termasuk tombol Start layar penuh) tetapi tetap fokus pada fungsionalitas server.
2. Fitur Utama
- ReFS (Resilient File System): Sistem file baru yang dirancang untuk toleransi kesalahan dan integritas data.
- Hyper-V 3.0: Peningkatan virtualisasi dengan fitur seperti:
- Live Migration tanpa downtime.
- Storage Migration untuk memindahkan VM antar penyimpanan.
- Dukungan untuk Virtual Hard Disk (VHDX) berukuran hingga 64 TB.
- Storage Spaces: Teknologi virtualisasi penyimpanan untuk mengelola disk fisik menjadi pool penyimpanan fleksibel.
- IP Address Management (IPAM): Alat terpusat untuk mengelola alamat IP, DNS, dan DHCP.
- Server Manager: Antarmuka terpadu untuk mengelola beberapa server sekaligus.
- Peningkatan Keamanan:
- Dynamic Access Control: Kebijakan akses berbasis atribut.
- Windows PowerShell 3.0: Otomatisasi tugas administratif.
- DNSSEC (Domain Name System Security Extensions).
3. Service Pack dan Pembaruan
- Windows Server 2012 R2: Versi pembaruan (Release 2) dirilis pada Oktober 2013, menambahkan fitur seperti:
- Storage Tiering untuk mengoptimalkan penyimpanan SSD dan HDD.
- Enhanced Hyper-V (misalnya, Generation 2 VM dengan boot UEFI).
- Extended Security Updates (ESU): Setelah akhir dukungan resmi pada Oktober 2023, Microsoft menawarkan pembaruan keamanan berbayar melalui program ESU (tersedia hingga 2026).
4. Siklus Hidup dan Dukungan
- Mainstream Support: Berakhir pada 9 Oktober 2018 (tidak ada pembaruan fitur baru).
- Extended Support: Berakhir pada 10 Oktober 2023 (tidak ada patch keamanan gratis).
- Setelah 2023, pengguna harus berlangganan ESU atau bermigrasi ke versi yang lebih baru.
5. Perbedaan Edisi
Edisi | Fitur |
---|---|
Foundation | Untuk bisnis kecil (15 pengguna maksimal). |
Essentials | Hingga 25 pengguna, tanpa virtualisasi. |
Standard | Mendukung 2 mesin virtual (VM). |
Datacenter | Virtualisasi tanpa batas (unlimited VM). |
6. Kasus Penggunaan
- File Server dan Storage: Menggunakan Storage Spaces dan ReFS.
- Domain Controller: Untuk layanan Active Directory (AD).
- Host Hyper-V: Menjalankan lingkungan virtualisasi.
- Web Server: Hosting aplikasi berbasis IIS (Internet Information Services).
- Hybrid Cloud: Integrasi awal dengan Azure (misal: backup dan replikasi).
7. Status Saat Ini
- Tidak Didukung (EOL): Sejak Oktober 2023, tidak ada pembaruan keamanan gratis.
- Rekomendasi:
- Migrasi ke Windows Server 2022 atau Azure untuk dukungan dan keamanan terkini.
- Jika tetap menggunakan Server 2012, berlangganan Extended Security Updates (ESU) melalui Azure atau penyedia lisensi.
8. Arsitektur
- Hanya tersedia dalam versi 64-bit.
- Persyaratan perangkat keras minimal:
- Prosesor 1.4 GHz, RAM 512 MB, dan ruang disk 32 GB.
9. Pentingnya Migrasi
- Risiko Keamanan: Tanpa patch keamanan, server rentan terhadap serangan siber.
- Ketidaksesuaian Teknologi: Tidak mendukung fitur modern seperti Kubernetes, AI/ML, atau enkripsi TLS 1.3.
- Kepatuhan Regulasi: Banyak standar industri (seperti PCI-DSS) melarang penggunaan sistem EOL.
Jika Anda masih menggunakan Windows Server 2012, segera:
- Evaluasi kebutuhan migrasi (on-premises ke Server 2022 atau cloud ke Azure).
- Manfaatkan Azure Arc untuk mengelola server lama di lingkungan hybrid.
- Berlangganan ESU jika migrasi belum memungkinkan.